Memilih kampus demi mewujudkan cita-cita dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi merupakan suatu dilema bagi lulusan sma. Hal ini sangat peting mengingat banyaknya kasus mahasiswa yang harus Drop out karena tidak bisa memenuhi standar dan keinginan yang seharusnya dipenuhi, hal ini dikarenakan individu yang bersangkutan memaksakan kehendak untuk dapat kuliah di jurusan tertentu atau kampus tertentu bukan berdasarkan pada bakat dan minat melainkan pada gengsi ataupun paksaan. Memang menentukan jurusan atau adalah hal yang paling penting tetapi tahukah kamu ternyata kualitas jurusan lebih unggul dibanding kualitas universitas? Lhoh kok bisa ini dikarenakan saat kita lulus teryata kualitas universitas memang penting tapi akan lebih penting dalam kualitas jurusan saat kita belajar, hal ini disebabkan jurusan adalah ujung tombak dalam pencapaian nilai tertinggi dalam pengembangan diri dan kapasitas belajar mahasiswa ataupun dapat juga saat kita menghadapi interview ataupun penilaian seseorang. Misal Adi memilih menjadi mahasiswa PTN jurusan X yang akreditasinya C, sedangkan Budi  menjadi mahasiswa PTS di jurusan X yang akreditasinya A.  Secara branding (yang namanya orang Indonesia) pasti akan memilih atau menilai adi sebagai mahasiswa yang keren dan cool karena lolos sebagai mahasiswa diperguruan tinggi negeri, tahu sendiri kan untuk menjadi mahasiswa negeri harus melalui jalur saringan yang cukup ketat dan peminat yang cukup banyak tapi setelah ditimbang dan dilihat ditahun pertama Adi dan Budi kuliah ternyata ada perbedaan yang mencolok sekalipun jurusan mereka sama. Nah Adi sebagai mahasiswa PTN baru akan menyadari kalau kampusnya memang bagus tetapi kualitas jurusan yang dia pilih mungkin kurang sesuai dengan kriteria dan pemenuhan standar yang diharapkan contoh simple saja kualitas dosen yang masih comot dari jurusan lain, rasio mahasiswa dan dosen yang tidak seimbang, pemenuhan fasilitas sarana lab dan ruangan dan biasanya jurusan dengan akreditasi C di PTN masih terhitung baru dibuka atau sedang dalam taraf berkembang. Sedangkan Budi di kampus PTS yang akreditasinya A memiliki kesempatan berkembang yang optimal biasanya akreditasi A mengindikasikan  kualifikasi dosen sudah tetap dan bagus bahkan ada yang menjadi guru besar (Prof), jumlah rasio dosen dan mahasiswa proporsional, sarana fisik dan non fisik memadai, di PTS biasanya jurusan A memiliki ciri Tua (sudah lama beroperasi) dan merupakan favorit (peminat terbanyak) di PTS tersebut. 
Menjadi mahasiswa merupakan impian hampir seluruh siswa yang telah lulus dari bangku SMA sederajad. Bisa dibilang status “mahasiswa” memiliki daya pikat sendiri bagi sebagian kalangan yang menandakan akan kemampuan akademik seseorang. Setelah menempuh program belajar selama 12 tahun dalam pendidikan dasar dan menengah keinginan untuk menjadi melanjutkan diri kejenjang pendidikan tinggi merupakan dambaan, sebagian akan memilih program studi sesuai bakat dan minat, sebagian lagi karena alasan gengsi atau ikut-ikutan. Mahasiswa berdasarkan keilmuannya biasanya dikelompokan menjadi 3 bagian besar yaitu rumpun IPA yang meliputi ilmu sains, matematika, teknik, rekayasa, dan informatika. Rumpun IPS seperti sosial, politik, budaya, dan seni. Lalu ada Bahasa yang lebih condong dalam ranah IPS seperti sastra dan literatur, akan tetapi dari ketiga ranah yang ditawarkan ada sebagian yang berpendapat bahwa ada kelompok yang bisa membawahi seluruh keilmuan yang ditawarkan yaitu kelompok/ rumpun pendidikan.

Rumpun pendidikan meliputi berbagai ranah yang dispesialisasikan kedalam berbagai kelompok ilmu seperi IPA, IPS, dan Bahasa. Dalam perkembangannya ranah ilmu pendidikan saling bersinggungan dan tidak berdiri sendiri ini dikarenakan hubungan yang terjad selama belajar ilmu pendidikan tidak sebatas pada pencapaian ilmu yang dimiliki tetapi juga cara berhubungan dengan individu maupun kelompok/ masyarakat. perkembangan perguruan tinggi program ilmu pendidikan di Indonesia berkembang dalam universitas eks IKIP (institute keguruan dan ilmu pendidikan) yang sekarang berubah nama menjadi universitas seperti Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makassar, Universitas pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri manado.

Berikut merupakan beberapa tips saat menjadi mahasiswa jurusan Pendidikan
1.     Mulai Sadar dan Peduli
Umumnya mahasiswa Pendidikan yang saya temui adalah mereka yang kurang mengerti kenapa memilih program pendidikan. Ada yang alasan ikut, karena orang tua, atau karena tidak ditrima dijurusan yang lain. Dalam hal ini mahasiswa harus mulai sadar bahwa pilihan adalah sebuah tanggung jawab diri artinya mau tidak mau mahasiswa yang bersangutan harus berupaya menjadi figur seorang pendidik bahwa dirinya kini menjadi panutan dan teladan muridnya kelak dikemudian hari.


2.     Belajar dengan sungguh-sungguh sesuai keilmuannya
Ada yang stigma yang berkembang bahwa mahasiswa jurusan kependidikan cenderung dangkal keilmuan dasarnya dibanding yang murni. Penjelasannya mahasiswa yang berada dalam prodi pendidikan matematika dengan prodi matematika akan ada pandangan bahwa yang berada diprodi matematika (murni) lebih pintar dibanding pendidikan matematika (kependidikan). Hal ini jelas pendapat yang salah ini dikarenakan spesialisasi matematika murni dikelompokan kedalam kelas yang khusus sedang pendidikan matematika mempelajari secara keseluruhan ditambah dengan metode mengajar, kurikulum dan ilmu pendidikan. Jadi jika kita kuliah dijurusan matematika akan ada kluster minor spesialisasi seperti matematika ekonomi, statistik dsb. Sedangkan jika dijurusan pendidikan matematika akan mempelajari matematika dan ilmu pendidikan sehingga ketika kita belajar dijurusan kependidikan maka penguasaan kompetensi akademik harus digali lebih dalam dan juga mempelajari ilmu pendidikan sebagai bekal mengajar.
Pembelajaran inovatif dan menyenangkan tidak hanya kita temukan dalam bangku sekolah maupun perkuliahan namun hampir keseluruhan aktivitas dalam belajar membutuhkan daya kreatifitas dalam penyampaian dan pemberian pesan. Salah satunya adalah metode belajar di kampung Inggris Pare kediri yang memiliki pendekatan dan metode dalam memberikan keleluasaan siswa dalam berkembang  



Seperti video yang satu ini yang dibawakan oleh saudari Tudrikha Akhila salah satu metode belajar dengan cara reporting.

Seminar gratis? Wah siapa yang tidak mau? Hehe Bagi mahasiswa memang belajar tidak hanya ditemukan dalam satu arah atau duduk dibangku selama kuliah dan tatap muka dengan dosen tetapi pembelajaran juga ditemukan dalam pengembangan diri mahasiswa yang dapat dilihat hampir dikeseluruhan dinamika kampus seperti kegiatan kemahasiswaan, organisasi, Praktik lapangan, kuliah umum, dan seminar. Bagi mahasiswa mengikuti seminar merupakan kegiatan dalam menambah materi perkuliahan maupun pengembangan diri yang baik. Ini dilihat dari berbagai macam seminar dan cara pengemasan yang ditampilkan seperti Talk Show, jumpa tokoh, seminar nasional bahkan internasional. Pembicara yang hadir dalam seminar adalah mereka yang ahli dalam bidang keilmuan maupun praktisi yang sudah memiliki pengalaman yang memadai. Hari ini 5 april diselenggaran seminar dengan teman “ managing self to be sucsessful leader in business career and life” oleh Fakultas Teknik Unnes bekerja sama dengan Prasetya mulya business School, dalam kesempatan ini hadir Dr Eka Ardianto dan  beberapa pengajar PMBS. 

Selain Seminar PMBS juga mempromosikan program Bizcamp Graduate Scholarship Competition? Apa ini? Seminar hari terdiri dari tiga sesi diantaranya Pengenalan program dan PMBS, Multistakeholder Based leadership, dan meraih karir dan mimpi mengunakan teknik coaching.

Registrasi Peserta
Okay berikut ini merupakan pemaparan hasil seminar. Sesi pertama diawali dengan presentasi prasetya mulya bizcamp graduate scholarship competition yang merupakan kegiatan tahunan PMBS dalam memberikan fasilitas kepada anak muda dalam mengembangkan karir di bidang business melalui beasiswa S2 full study di PMBS. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa dengan latar belakang studi yang berbeda-beda seperti yang sudah dilaksanakan tahun lalu pemateri memberikan cuplikan pemennang Bizcamp yang merupakan mahasiswa biokimia dan perikanan IPB serta Gizi UI.

Sesi kedua yang merupakan materi interaktif yaitu tentang multi stakeholder based leadership. Kemampuan kepemimpinan ini tidak hanya menitik beratkan pada bagaimana puzzel bisnis yang berbentuk profit terlepas dari sosial tetapi dapat menyatu dan memiliki timbal balik yang apik dalam mendukung. Kegiatan perekonomian berkembang dari usaha yang hanya mementingkan profit sebesar-besarnya menjadi sinergi antara kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat ketika seluruh peserta diberikan clue untuk dapat menghubungkan antara kecap bango dan candi. Seluruh peserta hening. Memang market share terbesar kecap pada awalnya adalah ABC tetapi semenjak kecap bango masuk kedalam pasar hal ini mendapat reaksi positif dari pasar. Alasannya adanya kepedulian kecap bango terhadap tradisi kuliner nusantara yaitu dengan mengadakan “Bango cita rasa nusantara” melalui kegiatan festival makanan dan sampai saat ini kegiatan ini menjadi even tahunan disetiap daerah dan pemda daerah berlomba-lomba mengemas acara ini menjadi festival kuliner dalam menarik wisatawan hadir dan berkunjung. Alhasil produk shere yang digunakan penjual makanan yang mengunakan base kecap bango memberikan kontribusi dalam mempengaruhi masyarakat untuk menjadikan sebagai pilihan dalam memilih produk. Lalu hubungan dengan candi ternyata ada dalam candi terdapat relief masyarakat dalam memasak semur dan salah satu bahan yang digunakan dalam olahan semur adalah kecap. Jadi hubungannya kecap merupakan makanan nusantara dan sudah semestinya pengusaha kecap mempertahankan dan menjaga tradisi.
Pemateri Seminar Bizcamp


Suasana Seminar di GC FT UNNES

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan materi meraih materi dan mimpi mengunakan teknik Coaching. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi  keterampilan dasar dalam berkomunikasi dan mwnjadi coach yang baik yaitu dengan cara mebangun hubungan yang baik, menjadi pendengar yang aktif, dan bertanya. penjelasan menjalin hunungan yang baik dapat dikelompokan menjadi dua yaitu mencari topik dan bercermin. Mencari topik dimaksudkan adalah memberikan awalan percakapan dengan tema dan topik yang sesuai dengan pribadi seseorang yang kita ajak untuk berbicara. Pemilihan topik diutamakan yang berkaitan langsung dengan diri, minat, kesukaan, pasion dan ketertarikan dengan suatu hal. Sedangkan bercermin kegiatan ini lebih mirip pada neurolinguistik programing ( Matching and mirroring) atau penjelasan lebih khususnya adalah menyamakan gerak dan mimik lawan bicara yang sedang kita hadapi. Kedua adalah mendengarkan aktif yaitu proses dimana coach menjadi pendengar yang baik dan memberikan keleluasaan lawan bicara dalam mengungkapkan pendapat, dalam proses ini ada beberapa tipe yang digunakan seperti meniru, mengulangi, dan mengubungkan. Ketiga adalah bertanya dalam kegiatan bertanya kita dapat mengunakan teknik Grow (Goal, reallity, Option, dan Way Forward). Dalam pemberian materi kegiatan juga dilakukan secara langsung artinya semua  mahasiswa terlibat dan langsung praktek cara coaching yang baik.


Goodybag &Sertifikat

Okay terima kasih Fakultas Teknik UNNES dan PMBS,
Semoga tahun depan PMBS datang lagi ke UNNES