biarkan ideologimu mengalir seperti adanya
biarkan sifat mudamu menerobos sumsum teikatmu
biarkan kau kejar harapan dan impian itu
tembaklah bulan jika tidak berhasil kau akan jatuh diantara bintang-bintang
dan percayalah sekalipun bintang itu redup
kelak bintang itu akan bercahaya penuh
karena cahaya dari dirimulah yang akan meneranginya
menerangi hingga bulan akan berganti sabit
karena kebebasan hanya sebuah angin serampang
karena sebuah perdebatan dewa hujan tak setetes pun air jatuh
semua berkata, semua bertanya
pahamkah dirimu..
kenapa tidak menanyakan siapa kau..
bukankah itu lebih baik dari sekedar bertanya kenapa kau terlambat?
saya ingin tahu kenapa saya ada
karena dengan mengenal saya
saya bisa menempatkan saya sebagai saya

Masih banyak wanita di dunia ini ‘akh’
Masih banyak laki laki di dunia ini ‘ukh’
Percayalah kau belum genap berkepala dua
Jalanmu masih panjang
Masih terlalu cepat untuk menikah
Masih terlalu buru buru untuk ajang uji coba,”pacaran”
Cobalah basuh mukamu,
Bersihkan tangan dan kakimu
Sebenarnya
“Saya” masih muda
Masih banyak yang perlu “saya” lakukan
Bersama’’ kawan’’,’’ teman’’,’’ sahabat’’
Dengan penuh mimpi pengharapan
Melewati detik detik dengan tertawa lepas
Tak ada saling curiga
Tak ada rayuan palsu
Dan yang paling “saya” suka,tak ada air mata munafik
Lalu kenapa kau habisakan masa mudamu dengan penderitaan
Maaf, kalau “saya” bilang penderitaan
Karena penderitaan selalu berujung kesedihan dan permusuhan
Kenapa hal yang indah itu harus berakhir dengan …………..
 Percayalah…..
 Jodoh tak kan lari kemana mana
Biarkanlah mengalir seperti adanya,
Dan jika waktunya tiba
Kesejukannya akan membasahi dinding hatimu

Jika tuhan mengijinkan saya membunuh kau lah orang pertama yang akan aku bunuh
jika tuhan berkata kau hanya boleh membunuh satu orang di dunia ini, aku akan tetap membunuhmu,
jika tuhan mengatakan kau hanya boleh membunuhnya hanya dalam satu menit aku akan mempersiapkan pedang tajam dengan sekali tebasan kematian,
 jika tuhan mengatakan kau hanya boleh membunuhnya dengan tangan kosong  aku akan mencekik lehernya hingga kebiruan,
 jika tuhan mengatakan kau tak boleh melukainya maka akan aku racun dia dengan suguhan surga,
 jika tuhan mengatakan kau tak boleh meyiksanya akan aku buat dia jatuh cinta dan akan kuhancukan perasaannya hingga dia akan mati dengan sendirinya,
jika tuhan bertanya lalu siapa yang ingin kau bunuh, aku akan menjawab orang yang telah menyia nyiakan hidupnya dan tak pernah bersyukur atas apa yang telah diterimanya,
jika tuhan berkata apa kau lebih baik dari dia, aku menjawab tidak,
 jika tuhan berkata mengapa kau tak membunuh dirimu sendiri,aku diam,
jika tuhan berkata kenapa kau diam, kau pantas mati sekarang, aku tetap diam
tuhan berkata lalu pantaskah kau membunuh orang yang kau benci padahal kau sendiri tak lebih baik darinya,aku merundukkan kepala
tuhan berkata apa benar hari ini kau akan mengakhiri hidupmu di depanku dan dengan segenap kebanggaan hati, aku berani mati di depanmu, aku bukan pecundang, itukah kata hatimu,aku menangis
tuhan berseru kenapa kau membisu,
tuhan berkata tak ada tulisan yang aku turunkan kepadamu dalam  kitab suciku tentang pertumpahan darah,kebencian, penyesalan, tak pernahkan kau membaca keagungan kitab suci,maka jadilah kau orang yang bodoh dan pantas untuk dilaknat…
tuhan kembali berseru jika kau merasa bunuh diri dan penyesalan adalah jalan demi mengembalikan kehormatanmu yang hilang di hadapanku, maka kau tak akan sekalipun mencium harumnya surga
aku merunduk
tuhan berkata bukankah aku maha pemurah lagi maha penyayang, tak taukah dirimu saat aku menurunkan kitab suci agar kau menjadi pemimpin disana, agar kau bisa saling memafkan dan mengingatkan..
aku hanya bisa menangis..
lalu apa yang harus aku lakukan tuhan
bacalah kitab suciku, pahami, resapi dan amalkanlah… niscaya kau akan menemukan muara ketenangan hidup