karena kebebasan hanya sebuah angin serampang
karena sebuah perdebatan dewa hujan tak setetes pun air jatuh
semua berkata, semua bertanya
pahamkah dirimu..
kenapa tidak menanyakan siapa kau..
bukankah itu lebih baik dari sekedar bertanya kenapa kau terlambat?
saya ingin tahu kenapa saya ada
karena dengan mengenal saya
saya bisa menempatkan saya sebagai saya

Masih banyak wanita di dunia ini ‘akh’
Masih banyak laki laki di dunia ini ‘ukh’
Percayalah kau belum genap berkepala dua
Jalanmu masih panjang
Masih terlalu cepat untuk menikah
Masih terlalu buru buru untuk ajang uji coba,”pacaran”
Cobalah basuh mukamu,
Bersihkan tangan dan kakimu
Sebenarnya
“Saya” masih muda
Masih banyak yang perlu “saya” lakukan
Bersama’’ kawan’’,’’ teman’’,’’ sahabat’’
Dengan penuh mimpi pengharapan
Melewati detik detik dengan tertawa lepas
Tak ada saling curiga
Tak ada rayuan palsu
Dan yang paling “saya” suka,tak ada air mata munafik
Lalu kenapa kau habisakan masa mudamu dengan penderitaan
Maaf, kalau “saya” bilang penderitaan
Karena penderitaan selalu berujung kesedihan dan permusuhan
Kenapa hal yang indah itu harus berakhir dengan …………..
 Percayalah…..
 Jodoh tak kan lari kemana mana
Biarkanlah mengalir seperti adanya,
Dan jika waktunya tiba
Kesejukannya akan membasahi dinding hatimu

Jika tuhan mengijinkan saya membunuh kau lah orang pertama yang akan aku bunuh
jika tuhan berkata kau hanya boleh membunuh satu orang di dunia ini, aku akan tetap membunuhmu,
jika tuhan mengatakan kau hanya boleh membunuhnya hanya dalam satu menit aku akan mempersiapkan pedang tajam dengan sekali tebasan kematian,
 jika tuhan mengatakan kau hanya boleh membunuhnya dengan tangan kosong  aku akan mencekik lehernya hingga kebiruan,
 jika tuhan mengatakan kau tak boleh melukainya maka akan aku racun dia dengan suguhan surga,
 jika tuhan mengatakan kau tak boleh meyiksanya akan aku buat dia jatuh cinta dan akan kuhancukan perasaannya hingga dia akan mati dengan sendirinya,
jika tuhan bertanya lalu siapa yang ingin kau bunuh, aku akan menjawab orang yang telah menyia nyiakan hidupnya dan tak pernah bersyukur atas apa yang telah diterimanya,
jika tuhan berkata apa kau lebih baik dari dia, aku menjawab tidak,
 jika tuhan berkata mengapa kau tak membunuh dirimu sendiri,aku diam,
jika tuhan berkata kenapa kau diam, kau pantas mati sekarang, aku tetap diam
tuhan berkata lalu pantaskah kau membunuh orang yang kau benci padahal kau sendiri tak lebih baik darinya,aku merundukkan kepala
tuhan berkata apa benar hari ini kau akan mengakhiri hidupmu di depanku dan dengan segenap kebanggaan hati, aku berani mati di depanmu, aku bukan pecundang, itukah kata hatimu,aku menangis
tuhan berseru kenapa kau membisu,
tuhan berkata tak ada tulisan yang aku turunkan kepadamu dalam  kitab suciku tentang pertumpahan darah,kebencian, penyesalan, tak pernahkan kau membaca keagungan kitab suci,maka jadilah kau orang yang bodoh dan pantas untuk dilaknat…
tuhan kembali berseru jika kau merasa bunuh diri dan penyesalan adalah jalan demi mengembalikan kehormatanmu yang hilang di hadapanku, maka kau tak akan sekalipun mencium harumnya surga
aku merunduk
tuhan berkata bukankah aku maha pemurah lagi maha penyayang, tak taukah dirimu saat aku menurunkan kitab suci agar kau menjadi pemimpin disana, agar kau bisa saling memafkan dan mengingatkan..
aku hanya bisa menangis..
lalu apa yang harus aku lakukan tuhan
bacalah kitab suciku, pahami, resapi dan amalkanlah… niscaya kau akan menemukan muara ketenangan hidup

Rektor Paramadina Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang” oleh majalahForesight yang terbit di Jepang akhir April ini.

Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.
Nama Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan. (Daftar nama 14 tokoh lainnya dapat dilihat di bawah).

Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menulis bahwa cucu almarhum AR Baswedan -- tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia -- itu merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang. “Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu,” tulis Foresight (http://www.shinchosha.co.jp/foresight/what/what.html). Menurut majalah itu, karena citranya yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang itulah, Anies berhasil meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik.

Perhatian Dunia pada Indonesia dan Pendidikan.
Anies sendiri tidak ingin membanggakan diri. Ayah empat anak yang dikenal sederhana dan selalu optimis itu menganggap bahwa berbagai penghargaan kelas dunia yang diterimanya sebenarnya menunjukkan makin besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia. Anies yang dalam beberapa bulan belakangan ini bicara di berbagai forum dunia merasakan hal itu. ”Saya mendapat kesan bahwa dunia kini makin memperhatikan Indonesia,” kata Anies yang belum lama ini menjadi pembicara di pelbagai pertemuan internasional di Tokyo, London, Copenhagen dan Madri d. Pada tanggal 2 hingga 6 Mei mendatang Anies juga diundang menjadi pembicara asal Indonesia pada pertemuan puncak tokoh muda dunia,Young Global Leaders Summit, di Tanzania, Afrika.

Direktur Marketing & Public Relations Univ.Paramadina, Syafiq Basri Assegaff, menyatakan bahwa apresiasi Foresight itu menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan di Indonesia punya peran penting. ”Sebab beliau bukan saja satu-satunya orang dari Asia Tenggara yang disebut di situ, melainkan juga merupakan satu-satunya pendidik dalam daftar diForesight itu,” kata Syafiq. Menurutnya, penghargaan itu bukan saja menjadi tantangan bagi Anies secara pribadi. ”Saya pikir, ini sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh staf di Paramadina untuk menunjukkan tekad serius mencapai mutu kelas dunia -- world class quality - dalam berbagai aspek," kata Syafiq sambil menambahkan bahwa, pihak Paramadina patut bersyukur atas prestasi baru ini, setelah dua kali penghargaan kelas dunia berturut-turut diterima sang rektor selama dua tahun sebelumnya.

Pada April 2008 lalu majalah Foreign Policy, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar “100 Tokoh Intelektual Dunia” bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh Muhammad Yunus (http://www.foreignpolicy.com/articles/coming_soon/4262 dan http://www.guardian.co.uk/uk/2008/jun/23/2).

Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang ‘Young Global Leaders 2009’ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF).Namanya disejajarkan bersama 230 orang Pemimpin Muda Dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang. Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.

Majalah bulanan Foresight diterbitkan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa poilitik dan ekonomi internasional dan domestic Jepang. Pertama kali terbit pada Maret 1990 -- bersamaan dengan berakhirnya Perang Teluk I – Foresight memiliki jaringan yang tersebar di 30-an negara di dunia. Pernah mewawancarai futuris Alvin Toffler dan Presiden  Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, Foresight menjadi rujukan para pengambil keputusan, pengusaha, diplomat dan wartawan berpengaruh di dalam dan luar Jepang. Mengulas isu-isu penting seperti ekonomi China, terorisme, hubungan China-Taiwan, Perang di Irak, dan industri otomotif Jepang, majalah itu memiliki kontributor kenamaan seperti Gerlad Curtis dari Columbia University, Lester Brown dari the World Watch Institute, Victor Cha dari Georgetown University, dan Muhammad Yunus dari Grameen Bank Bangladesh. Adapun di antara kontributor Jepang termasuk novelis Nanami Shiono dan Haruki Murakami. Juga  Dr. Takeshi Yoro, kolumnis Nikkei Yasuhiro Tase dan Prof. Shinichi Kitaoka yang kini menjadi Dubes Jepang di PBB.

Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik ini menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia (www.paramadina.ac.id). Lewat perpaduan visi, ide-ide segar khas anak muda, kecerdasan dan ideologi, serta rasa bangga sebagai anak Indonesia, ia menganggap bahwa pengelolaan universitas harus didasarkan pada manajemen dengan model bisnis modern. “Universitas harus dikelola secara modern dan terkait dengan dunia swasta secara mutualistis,” kata Anies. Sejak memimpin Universitas Paramadina, tiga tahun lalu, Anies telah melakukan beberapa hal yang revolusioner, dan dianggap tidak lazim terjadi di dunia pendidikan swasta di Indonesia ini. Di antara terobosan yang dilakukan Paramadina, misalnya, adalah pemberian beasiswa kepada ratusan mahasiswa berbakat tapi kurang mampu dan pewajiban mata kuliah anti-korupsi.