Rektor Paramadina Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang” oleh majalahForesight yang terbit di Jepang akhir April ini.

Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.
Nama Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan. (Daftar nama 14 tokoh lainnya dapat dilihat di bawah).

Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menulis bahwa cucu almarhum AR Baswedan -- tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia -- itu merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang. “Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu,” tulis Foresight (http://www.shinchosha.co.jp/foresight/what/what.html). Menurut majalah itu, karena citranya yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang itulah, Anies berhasil meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik.

Perhatian Dunia pada Indonesia dan Pendidikan.
Anies sendiri tidak ingin membanggakan diri. Ayah empat anak yang dikenal sederhana dan selalu optimis itu menganggap bahwa berbagai penghargaan kelas dunia yang diterimanya sebenarnya menunjukkan makin besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia. Anies yang dalam beberapa bulan belakangan ini bicara di berbagai forum dunia merasakan hal itu. ”Saya mendapat kesan bahwa dunia kini makin memperhatikan Indonesia,” kata Anies yang belum lama ini menjadi pembicara di pelbagai pertemuan internasional di Tokyo, London, Copenhagen dan Madri d. Pada tanggal 2 hingga 6 Mei mendatang Anies juga diundang menjadi pembicara asal Indonesia pada pertemuan puncak tokoh muda dunia,Young Global Leaders Summit, di Tanzania, Afrika.

Direktur Marketing & Public Relations Univ.Paramadina, Syafiq Basri Assegaff, menyatakan bahwa apresiasi Foresight itu menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan di Indonesia punya peran penting. ”Sebab beliau bukan saja satu-satunya orang dari Asia Tenggara yang disebut di situ, melainkan juga merupakan satu-satunya pendidik dalam daftar diForesight itu,” kata Syafiq. Menurutnya, penghargaan itu bukan saja menjadi tantangan bagi Anies secara pribadi. ”Saya pikir, ini sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh staf di Paramadina untuk menunjukkan tekad serius mencapai mutu kelas dunia -- world class quality - dalam berbagai aspek," kata Syafiq sambil menambahkan bahwa, pihak Paramadina patut bersyukur atas prestasi baru ini, setelah dua kali penghargaan kelas dunia berturut-turut diterima sang rektor selama dua tahun sebelumnya.

Pada April 2008 lalu majalah Foreign Policy, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar “100 Tokoh Intelektual Dunia” bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh Muhammad Yunus (http://www.foreignpolicy.com/articles/coming_soon/4262 dan http://www.guardian.co.uk/uk/2008/jun/23/2).

Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang ‘Young Global Leaders 2009’ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF).Namanya disejajarkan bersama 230 orang Pemimpin Muda Dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang. Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.

Majalah bulanan Foresight diterbitkan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa poilitik dan ekonomi internasional dan domestic Jepang. Pertama kali terbit pada Maret 1990 -- bersamaan dengan berakhirnya Perang Teluk I – Foresight memiliki jaringan yang tersebar di 30-an negara di dunia. Pernah mewawancarai futuris Alvin Toffler dan Presiden  Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, Foresight menjadi rujukan para pengambil keputusan, pengusaha, diplomat dan wartawan berpengaruh di dalam dan luar Jepang. Mengulas isu-isu penting seperti ekonomi China, terorisme, hubungan China-Taiwan, Perang di Irak, dan industri otomotif Jepang, majalah itu memiliki kontributor kenamaan seperti Gerlad Curtis dari Columbia University, Lester Brown dari the World Watch Institute, Victor Cha dari Georgetown University, dan Muhammad Yunus dari Grameen Bank Bangladesh. Adapun di antara kontributor Jepang termasuk novelis Nanami Shiono dan Haruki Murakami. Juga  Dr. Takeshi Yoro, kolumnis Nikkei Yasuhiro Tase dan Prof. Shinichi Kitaoka yang kini menjadi Dubes Jepang di PBB.

Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik ini menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia (www.paramadina.ac.id). Lewat perpaduan visi, ide-ide segar khas anak muda, kecerdasan dan ideologi, serta rasa bangga sebagai anak Indonesia, ia menganggap bahwa pengelolaan universitas harus didasarkan pada manajemen dengan model bisnis modern. “Universitas harus dikelola secara modern dan terkait dengan dunia swasta secara mutualistis,” kata Anies. Sejak memimpin Universitas Paramadina, tiga tahun lalu, Anies telah melakukan beberapa hal yang revolusioner, dan dianggap tidak lazim terjadi di dunia pendidikan swasta di Indonesia ini. Di antara terobosan yang dilakukan Paramadina, misalnya, adalah pemberian beasiswa kepada ratusan mahasiswa berbakat tapi kurang mampu dan pewajiban mata kuliah anti-korupsi.
kegiatan bersama MOPD di Aula Lama masih lantai 1 

Yah,kita mulai hari jumat dimana adek kelas X baru saja mendapatkan kelas baru dan sekolah baru. sebelumnya selamat atas diterimanya adek-adek di sekolah kebanggaan warga kudus, SMA 1 KUDUS. Pagi itu kakak-kakak pengurus OSIS 2008 sedang memulai kegiatan masa orientasi siswa baru. kegiatan diawali dengan upacara penerimaan yang meriah. kemudia dilanjutkan dengan pembagian kelas dari X1-X10  pembagian kelas juga lebih bersifat pemerataan jadi tidak ada istilah kelas A favorit kelas B biasa semuanya memenuhi kriteria terbaik, selain berdasarkan hasil saringan masuk sma yang merupakan sekolah terfavorit di kudus kesan pertama bertemu dengan adik-adik baru yang baek dan sopan-sopan selai pembagian kegiatan dengan kelas bidaan pengurus OSIS juga dipercaya untuk membina masa orientasi siswa baru. kegiatan tahap awal yaitu membagi pengurus kedalam kelas dilanjutkan dngan kegiatan  dikelas pada hari pertama dan dilanjutkan kegiatan bersama diaula SMA. sebelum masuk kegiatan bersama pengurus juga membagikan majalah Karmuka (Kartika Muda Karana thanks to Errina), sesuai jadwal, kegiatan diawali dengan perkenalan,menjelaskan aturan MOPD,  dan apa aja yang perlu dibawa barang bawaannya cukup lumayan,dan dilanjutin pembentukan struktur organisasi kelas,

Sedang memperhatikan penjelasan MOPD
Hari dimana adik-adik berangkat dengan atribut yang keren, sebenarnya pekerjaan membawa atribut bukan karena  ingin memberatkan tetapi agar kegiatan lebih seru dan penuh warna. Bisa dianggap properti yang digunakan menjadi kenang-kenangan saat masa orientasi. selain itu saya juga melihat adik-adik bahagia dan saling mengabadikan moment yang tidak terlupakan dengan rambut rumbai-rumbai besek cat hijau yang cantik. ini juga tidak akan ditemui sekolah lain, Selanjutnya acara lebih terfokus di aula dengan berbagai materi tentang kedisiplinan, wiyata mandala , dan game seru  yang di pandu sama mas Dhanar dan Arena yang bikin adek-adek ketawa dan sorak-sorak, jadi tidak ada acara masa orientasi yang disertai deg-degana, takut, senioritas yang sering diberitakan di Televisi. MOPD di Smasaku berjalan meriah dan penuh canda dan tertawa.

Hari Kedua kegiatan bersama semua terlihat disipin. ada satu aturan yang sebenarnya entah menyenangkan atau tidak bagi siswa baru SMA saat itu yaitu potong rambut 321 untuk putra dan sebahu untuk putri. Sisi positifnya adalah semua siswa terlihat rapi dan satu tatanan rambut, tetapi sisi kurang enaknya adalah model rambut kita sama dan serupa, bagi putra mungkin tidak terlalu masalah arena tidak lama berselang juga akan panjang, tetapi bagi putri yang sudah punya rambut panjang terurai perlu bertahun-tahun untuk mengembalikannya. tapi kita lihat dari sisi positnya yaitu semua jadi rapi mirip SMA TN lah walaupun mepet kuburan kembar. Beberapa materi masih disampaikan menyangkut orientasi ini dia yang paling seru , remember it
6 1 5 6 1 5 2 3 2 3 5 6 6 2 1 6 6 2 1 6 2 1 5 6 1 5 ( bener gak y... hahaha)
Time to sing oleh pak Tarto guru musik kita yang tambun
Satu pelajaran lagi ( bangga melestarikan budaya)

adik-adik saat kelas orientasi bersama

Hari ketiga
kegiatan MOPDyang dikemas secara santai dan komunikatif tapi pesan MOPD tetap sampai menjadikan rasa kekeluargaan smakin erat antara anggota kelas dan pengurus OSIS,  kegiatan pada hari ketiga lebih didominasi tentang kesiswaan dengan materi tentang organisasi adan bagaimana menjadi siswa yang ideal disekolah baik sukses dibidang akademik maupun nonakademik, setelah banyak materi yang diberikan baik dari Waka kesiswaan Pak Yasir dan Pak Imam Santosa beserta pengurus OSIS ini daatnya pensie..alias pentas seni, acara ini di khususkan agar mereka bisa mengkoordinasi diri dan kelompok agar berani tampil dan percaya diri  acara terakhir yang paling di tunggu-tunggu ini dia “GRADUATION TIME”.... dilanjutkan dengan sumpah dan janji yang diikuti semua siswa baru....di ikuti pelepasan tanda atribut MOPD
Hah..kalo inget itu jadi pengen ngulang waktu kelas X dulu, kembali tertawa saat MOPD dengan X3. Selamat datang adek--adek dan selamat belajar baju putih abu-abunya mulai besok sudah bisa dipakai


Extrimoz89 (Osis 2008-2009)

All Star MOPD SMA 1 KUDUS, Ceria, Narsis, Menyenangkan



TIPS GUE JADI PENYIAR RADIO
Di setiap kota besar dan menengah di Indonesia, ada puluhan ribu pelajar
seperti Anda yang ingin menjadi penyiar. Walaupun Anda sendiri tidak menyebutkan
kota dan minat Broadcastingnya (radio? televisi?) namun Dokter akan tetap
membekali Anda dan teman-teman seperjuangan dengan kiat & pengetahuan
yang penting utk diketahui.

Di tahun 80an, banyak radio kawula muda yang sengaja mempekerjakan para
pelajar SMA sebagai penyiar. Para penyiar muda ini malah dianjurkan untuk
tetap memakai seragam putih-abu2nya, agar para pendengar yang kebetulan
datang ke studio bisa melihat sendiri bahwa “radio ini gue banget!”

Di zaman sekarang, remaja punya banyak cara untuk memamerkan siapa
dirinya: warna rambutnya Sunset Red, merek tas sekolahnya Oakley,
handphone-nya Sony Walkman Phone, nongkrongnya di PIM-2, dst. Tetapi
di tahun 80an identitas remaja yang bisa dia tunjukkan pada dunia hanyalah
musik yang dia ketahui dan radio yang dia dengarkan. Dia mutlak tahu
lirik lagu terbaru dari Duran Duran, dan biasanya hafal nama semua penyiar
di radio2 terkondang. Hiburan selain radio dan bioskop? . Anda terbayang sebuah era tanpa Handphone, Computer, SMS, Friendster, E-mail, apalagi Internet?

Karena itu pula di zaman itu para pelajar malu jika tertangkap basah
mendengarkan radio kakaknya atau radio bapaknya. Semua pelajar saat itu
mengaku pendengar Prambors, dan sampai tahun 90an pun masih banyak
yang mengaku sama meskipun dia juga mendengarkan Radio ' A' atau
' B' FM. Sedangkan seorang pelajar SMA yang juga bekerja di sebuah
stasiun radio (seperti Fla TOFU di awal karirnya) adalah keistimewaan sekali.

Ini semua Dokter sampaikan agar Anda memahami fungsi dan esensi dari
Broadcasting:
1. Penyiar selalu (tanpa lelah, tanpa henti) berupaya menyengkan Audience-nya.
2. Radio (dan TV) mengudara atas dasar keinginan/pemikiran Audience-nya.
[Sponsor/Klien menjadi penting karena merekalah yang mendanai semuanya]

Dokter juga menceritakan ini untuk menggambarkan bahwa untuk menjadi
Penyiar di era sekarang ini lebih sulit karena Anda harus punya lebih dari
sekedar golden voice; Anda harus punya jiwa entertainer, harus mampu
berekspresi secara flexible, harus terdepan mengikuti segala trend lifestyle
& information, dan harus siap (tanpa cengeng, tanpa mengeluh) untuk tampil
di depan pendengar/penonton manapun untuk memenuhi keinginan Audience
dan klien yang membayar Anda.

Dari sini sebenarnya Anda bisa menarik kesimpulan tentang “Modal apa yang
harus disiapin untuk jadi Penyiar?”

Pertama, kita harus disiplinkan diri agar bisa selalu berusaha menghibur
Audience : jangan berfikir untuk jadi Penyiar jika Anda sulit menepati janji
dengan orang atau sering berganti mood setiap hari. Kalau Anda mengalami
kesulitan untuk mengendalikan ekspresi diri karena mood Anda mudah
berubah-ubah bagaikan cuaca, lebih baik Anda kerja di balik komputer
ketimbang di studio siaran.

Kedua, kita harus in-touch dengan apa yang sedang menjadi pusat perhatian
Audience kita; dengan kata lain, kita harusgaulseperti mereka. Kalau ingin
bekerja di radio otomotif, misalnya, biasakanlah diri dengan hobby mobil dan
motor. Jika ingin menjadi pembaca berita di Metro-TV, biasakanlah
mengkonsumsi berita setiap hari.

Ketiga, kita harus terbiasa disuruh-suruh sesuai tuntutan klien atau program.
Dalam prakteknya tuntutan ketiga ini sangat bervariasi, misalnya Anda :
Diberi jam siaran Minggu pagi, padahal Anda paling susah bangun pagi
Harus mewawancarai seseorang yang Anda sangat tidak suka
Dituntut memakai celana pendek saat jadi TV-host, padahal lutut Anda jelek
Diminta diet drastis karena setelah melahirkan koq terlihat gemuk di kamera
• Dan berbagai contoh yang terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu.

Dengan kata lain, kalau Anda merupakan tipe orang yang cenderung membantah
perintah atau setiap hari masih dibangunkan oleh Mama, maka sebaiknya Anda
kerja di bank sajaatau bikin perusahaan sendiri. Apalagi tugas sebagai
Penyiar menuntut Anda bisa memenuhi keinginan Audience, no matter what
the conditions and no matter who the Audience is.

Itulah tiga prasyarat yang menurut Dokter Penyiar harus dipenuhi sebelum Anda
dan siapa saja ingin mencoba menjadi seorang Penyiar (TV maupun Radio).
Semuanya berasal dari diri sendiri, dan mengingatkan kita bahwa sebelum
Stasiun TV/Radio atau Production House merekrut dan menseleksi Anda untuk
sebuah programnya, pastikanlah bahwa Anda sendiri sudah punya sikap mental
yang benar dan tangguh.

Mumpung Anda masih muda, Dokter mengusulkan untuk sekolah dulu untuk
mendapatkan ilmu dan nilai yang baik, karena nanti kalau sudah kuliah bakal
ada banyak kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa. Lagipula kalau
nilai SMA-nya bagus khan lebih mudah masuk ke Universitas pilihannya. Oh iya,
perluaslah pergaulan sejak SMA sekaligus untuk melatih kemampuan berinteraksi,
misalnya bicara dengan guru secara sopan & ramah, ngobrol dengan teman secara
gaul dan santai, dsb. Pengalaman dan keterampilan berinteraksi sejak SMA akan
memudahkan Agil mengembangkan kemampuannya sebagai Penyiar kelak.

Sebagaimana dijabarkan dalam pelatihan “Workshop@Penyiar.com”, keterampilan
di ruang siaran (membaca Teleprompter, penguasaan perangkat siaran) bisa
dipelajari di tempat Anda siaran kelak. Namun Dokter Penyiar mengingatkan
bahwa pembekalan mental juara itulah yang akan membuat Anda siap untuk jadi
seorang Broadcaster; bagaimanapun Audience-nya, bagaimanapun Program-nya,
bagaimanapun Klien-nya, dan bagaimanapun Boss-nya dalam karir Anda kelak.