kegiatan bersama MOPD di Aula Lama masih lantai 1 

Yah,kita mulai hari jumat dimana adek kelas X baru saja mendapatkan kelas baru dan sekolah baru. sebelumnya selamat atas diterimanya adek-adek di sekolah kebanggaan warga kudus, SMA 1 KUDUS. Pagi itu kakak-kakak pengurus OSIS 2008 sedang memulai kegiatan masa orientasi siswa baru. kegiatan diawali dengan upacara penerimaan yang meriah. kemudia dilanjutkan dengan pembagian kelas dari X1-X10  pembagian kelas juga lebih bersifat pemerataan jadi tidak ada istilah kelas A favorit kelas B biasa semuanya memenuhi kriteria terbaik, selain berdasarkan hasil saringan masuk sma yang merupakan sekolah terfavorit di kudus kesan pertama bertemu dengan adik-adik baru yang baek dan sopan-sopan selai pembagian kegiatan dengan kelas bidaan pengurus OSIS juga dipercaya untuk membina masa orientasi siswa baru. kegiatan tahap awal yaitu membagi pengurus kedalam kelas dilanjutkan dngan kegiatan  dikelas pada hari pertama dan dilanjutkan kegiatan bersama diaula SMA. sebelum masuk kegiatan bersama pengurus juga membagikan majalah Karmuka (Kartika Muda Karana thanks to Errina), sesuai jadwal, kegiatan diawali dengan perkenalan,menjelaskan aturan MOPD,  dan apa aja yang perlu dibawa barang bawaannya cukup lumayan,dan dilanjutin pembentukan struktur organisasi kelas,

Sedang memperhatikan penjelasan MOPD
Hari dimana adik-adik berangkat dengan atribut yang keren, sebenarnya pekerjaan membawa atribut bukan karena  ingin memberatkan tetapi agar kegiatan lebih seru dan penuh warna. Bisa dianggap properti yang digunakan menjadi kenang-kenangan saat masa orientasi. selain itu saya juga melihat adik-adik bahagia dan saling mengabadikan moment yang tidak terlupakan dengan rambut rumbai-rumbai besek cat hijau yang cantik. ini juga tidak akan ditemui sekolah lain, Selanjutnya acara lebih terfokus di aula dengan berbagai materi tentang kedisiplinan, wiyata mandala , dan game seru  yang di pandu sama mas Dhanar dan Arena yang bikin adek-adek ketawa dan sorak-sorak, jadi tidak ada acara masa orientasi yang disertai deg-degana, takut, senioritas yang sering diberitakan di Televisi. MOPD di Smasaku berjalan meriah dan penuh canda dan tertawa.

Hari Kedua kegiatan bersama semua terlihat disipin. ada satu aturan yang sebenarnya entah menyenangkan atau tidak bagi siswa baru SMA saat itu yaitu potong rambut 321 untuk putra dan sebahu untuk putri. Sisi positifnya adalah semua siswa terlihat rapi dan satu tatanan rambut, tetapi sisi kurang enaknya adalah model rambut kita sama dan serupa, bagi putra mungkin tidak terlalu masalah arena tidak lama berselang juga akan panjang, tetapi bagi putri yang sudah punya rambut panjang terurai perlu bertahun-tahun untuk mengembalikannya. tapi kita lihat dari sisi positnya yaitu semua jadi rapi mirip SMA TN lah walaupun mepet kuburan kembar. Beberapa materi masih disampaikan menyangkut orientasi ini dia yang paling seru , remember it
6 1 5 6 1 5 2 3 2 3 5 6 6 2 1 6 6 2 1 6 2 1 5 6 1 5 ( bener gak y... hahaha)
Time to sing oleh pak Tarto guru musik kita yang tambun
Satu pelajaran lagi ( bangga melestarikan budaya)

adik-adik saat kelas orientasi bersama

Hari ketiga
kegiatan MOPDyang dikemas secara santai dan komunikatif tapi pesan MOPD tetap sampai menjadikan rasa kekeluargaan smakin erat antara anggota kelas dan pengurus OSIS,  kegiatan pada hari ketiga lebih didominasi tentang kesiswaan dengan materi tentang organisasi adan bagaimana menjadi siswa yang ideal disekolah baik sukses dibidang akademik maupun nonakademik, setelah banyak materi yang diberikan baik dari Waka kesiswaan Pak Yasir dan Pak Imam Santosa beserta pengurus OSIS ini daatnya pensie..alias pentas seni, acara ini di khususkan agar mereka bisa mengkoordinasi diri dan kelompok agar berani tampil dan percaya diri  acara terakhir yang paling di tunggu-tunggu ini dia “GRADUATION TIME”.... dilanjutkan dengan sumpah dan janji yang diikuti semua siswa baru....di ikuti pelepasan tanda atribut MOPD
Hah..kalo inget itu jadi pengen ngulang waktu kelas X dulu, kembali tertawa saat MOPD dengan X3. Selamat datang adek--adek dan selamat belajar baju putih abu-abunya mulai besok sudah bisa dipakai


Extrimoz89 (Osis 2008-2009)

All Star MOPD SMA 1 KUDUS, Ceria, Narsis, Menyenangkan



TIPS GUE JADI PENYIAR RADIO
Di setiap kota besar dan menengah di Indonesia, ada puluhan ribu pelajar
seperti Anda yang ingin menjadi penyiar. Walaupun Anda sendiri tidak menyebutkan
kota dan minat Broadcastingnya (radio? televisi?) namun Dokter akan tetap
membekali Anda dan teman-teman seperjuangan dengan kiat & pengetahuan
yang penting utk diketahui.

Di tahun 80an, banyak radio kawula muda yang sengaja mempekerjakan para
pelajar SMA sebagai penyiar. Para penyiar muda ini malah dianjurkan untuk
tetap memakai seragam putih-abu2nya, agar para pendengar yang kebetulan
datang ke studio bisa melihat sendiri bahwa “radio ini gue banget!”

Di zaman sekarang, remaja punya banyak cara untuk memamerkan siapa
dirinya: warna rambutnya Sunset Red, merek tas sekolahnya Oakley,
handphone-nya Sony Walkman Phone, nongkrongnya di PIM-2, dst. Tetapi
di tahun 80an identitas remaja yang bisa dia tunjukkan pada dunia hanyalah
musik yang dia ketahui dan radio yang dia dengarkan. Dia mutlak tahu
lirik lagu terbaru dari Duran Duran, dan biasanya hafal nama semua penyiar
di radio2 terkondang. Hiburan selain radio dan bioskop? . Anda terbayang sebuah era tanpa Handphone, Computer, SMS, Friendster, E-mail, apalagi Internet?

Karena itu pula di zaman itu para pelajar malu jika tertangkap basah
mendengarkan radio kakaknya atau radio bapaknya. Semua pelajar saat itu
mengaku pendengar Prambors, dan sampai tahun 90an pun masih banyak
yang mengaku sama meskipun dia juga mendengarkan Radio ' A' atau
' B' FM. Sedangkan seorang pelajar SMA yang juga bekerja di sebuah
stasiun radio (seperti Fla TOFU di awal karirnya) adalah keistimewaan sekali.

Ini semua Dokter sampaikan agar Anda memahami fungsi dan esensi dari
Broadcasting:
1. Penyiar selalu (tanpa lelah, tanpa henti) berupaya menyengkan Audience-nya.
2. Radio (dan TV) mengudara atas dasar keinginan/pemikiran Audience-nya.
[Sponsor/Klien menjadi penting karena merekalah yang mendanai semuanya]

Dokter juga menceritakan ini untuk menggambarkan bahwa untuk menjadi
Penyiar di era sekarang ini lebih sulit karena Anda harus punya lebih dari
sekedar golden voice; Anda harus punya jiwa entertainer, harus mampu
berekspresi secara flexible, harus terdepan mengikuti segala trend lifestyle
& information, dan harus siap (tanpa cengeng, tanpa mengeluh) untuk tampil
di depan pendengar/penonton manapun untuk memenuhi keinginan Audience
dan klien yang membayar Anda.

Dari sini sebenarnya Anda bisa menarik kesimpulan tentang “Modal apa yang
harus disiapin untuk jadi Penyiar?”

Pertama, kita harus disiplinkan diri agar bisa selalu berusaha menghibur
Audience : jangan berfikir untuk jadi Penyiar jika Anda sulit menepati janji
dengan orang atau sering berganti mood setiap hari. Kalau Anda mengalami
kesulitan untuk mengendalikan ekspresi diri karena mood Anda mudah
berubah-ubah bagaikan cuaca, lebih baik Anda kerja di balik komputer
ketimbang di studio siaran.

Kedua, kita harus in-touch dengan apa yang sedang menjadi pusat perhatian
Audience kita; dengan kata lain, kita harusgaulseperti mereka. Kalau ingin
bekerja di radio otomotif, misalnya, biasakanlah diri dengan hobby mobil dan
motor. Jika ingin menjadi pembaca berita di Metro-TV, biasakanlah
mengkonsumsi berita setiap hari.

Ketiga, kita harus terbiasa disuruh-suruh sesuai tuntutan klien atau program.
Dalam prakteknya tuntutan ketiga ini sangat bervariasi, misalnya Anda :
Diberi jam siaran Minggu pagi, padahal Anda paling susah bangun pagi
Harus mewawancarai seseorang yang Anda sangat tidak suka
Dituntut memakai celana pendek saat jadi TV-host, padahal lutut Anda jelek
Diminta diet drastis karena setelah melahirkan koq terlihat gemuk di kamera
• Dan berbagai contoh yang terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu.

Dengan kata lain, kalau Anda merupakan tipe orang yang cenderung membantah
perintah atau setiap hari masih dibangunkan oleh Mama, maka sebaiknya Anda
kerja di bank sajaatau bikin perusahaan sendiri. Apalagi tugas sebagai
Penyiar menuntut Anda bisa memenuhi keinginan Audience, no matter what
the conditions and no matter who the Audience is.

Itulah tiga prasyarat yang menurut Dokter Penyiar harus dipenuhi sebelum Anda
dan siapa saja ingin mencoba menjadi seorang Penyiar (TV maupun Radio).
Semuanya berasal dari diri sendiri, dan mengingatkan kita bahwa sebelum
Stasiun TV/Radio atau Production House merekrut dan menseleksi Anda untuk
sebuah programnya, pastikanlah bahwa Anda sendiri sudah punya sikap mental
yang benar dan tangguh.

Mumpung Anda masih muda, Dokter mengusulkan untuk sekolah dulu untuk
mendapatkan ilmu dan nilai yang baik, karena nanti kalau sudah kuliah bakal
ada banyak kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa. Lagipula kalau
nilai SMA-nya bagus khan lebih mudah masuk ke Universitas pilihannya. Oh iya,
perluaslah pergaulan sejak SMA sekaligus untuk melatih kemampuan berinteraksi,
misalnya bicara dengan guru secara sopan & ramah, ngobrol dengan teman secara
gaul dan santai, dsb. Pengalaman dan keterampilan berinteraksi sejak SMA akan
memudahkan Agil mengembangkan kemampuannya sebagai Penyiar kelak.

Sebagaimana dijabarkan dalam pelatihan “Workshop@Penyiar.com”, keterampilan
di ruang siaran (membaca Teleprompter, penguasaan perangkat siaran) bisa
dipelajari di tempat Anda siaran kelak. Namun Dokter Penyiar mengingatkan
bahwa pembekalan mental juara itulah yang akan membuat Anda siap untuk jadi
seorang Broadcaster; bagaimanapun Audience-nya, bagaimanapun Program-nya,
bagaimanapun Klien-nya, dan bagaimanapun Boss-nya dalam karir Anda kelak.