Kampung Inggris Pare Part 1

, , No Comments
Apa yang terpikirkan saudara jika mendengar kampung inggris pare? Patinya akan menebak bahwa tempat ini merupakan kampung/ desa yang keseluruhan warganya mengunakan bahasa Inggris. Benarkah seperti itu?
Jawabannya bisa iya tetapi juga bisa tidak, lhoh kok bisa begitu? Penjelasan lebih jelasnya adalah kampung inggris merupakan julukan bagi desa Tulungrejo Pare Kediri dan kawasan sekitarnya yang banyak memiliki tempat kursus khususnya bahasa inggris. Kampung inggris ini menyediakan lebih dari 100 lembaga kursus yang berbeda mulai dari lembaga kursus yang punya ratusan siswa sampai yang berjumlah belasan semuanya ada disini, bahkan lembaga kursus di kampung inggris tidak hanya menyediakan kursus bahasa Inggris tetapi juga bahasa Arab, korea, mandarin,  belanda dan kursus komputer. Lembaga Kursus sendiri ada yang berumur puluhan tahun seperti BEC yang sudah memiliki banyak alumni sampai yang baru tahu 2013an membuka kursus. Saya sendiri menghabiskan 1 bulan belajar bahasa inggris ditempat ini dan atmosfer yang saya rasakan benar-benar really good. Pemilihan lembaga kursus pun bervariatif mulai dari yang bertarip 35 ribu/ 2 minggu sampai yang 1 jt an/ bulan. Lhoh kok ada yang semahal itu bukankah kampung inggris tempat belajar yang murah? Sebenarnya yang bertarif mahal itu hanya 1 dari puluhan yang ada. Saya sendiri menghabiskan beberapa di lembaga kursus yang 100 ribuan per kursus dan itu sehari bisa 3-4 kelas. Murah bukan? Bandingkan jika saya kursus bahasa inggris di Semarang yang mungkin bisa 10 kali dan pertemuannya seminggu cuma 2 kali. Sedangkan disini kita bisa pilih kursus sesuka hati, sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan. 
Okay Untuk cerita itu saya akan sambung di Part selanjutnya ya… untuk kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Semarang menuju kampung inggris di pare dan kenapa musti belajar bahasa inggris disana.
Ceritanya berawal dari teman-teman yang ingin menghabiskan waktu liburan utuk belajar. Yah bisa dibilang kita memang anak-anak  amazing  yang ada dikampus. Sebenarnya lebih tepatnya dari pada kita nganggur di rumah atau kost tanpa melakukan kegiatan yang bermakna. Selain itu ini merupakan pelarian diri dari berbagai aktivitas kampus yang menumpuk dan merayap sebagai anak organisasi kampus jadi ada waktu sejenak untuk bisa rehat dan memulihkan semangat. Saat itu kita bersepuluh berencana untuk berangkat dari Semarang, awalnya saya sebenarnya malas untuk berangkat tapi karena “kondisi” saya akhirnya memutuskan untuk berangkat. selain itu kemampuna untuk bisa berbahasa Inggris merupakan kebutuhan yang tidak mungkin untuk ditinggalkan di zaman yang semakin menglobal ini. jadi beragkatlah kita.
Sebenarnya ada beberapa alternatif untuk mencapai kampung Inggris dari Semarang
  1. Jalur Kereta Api, jalur ini bisa kita tempuh melalui kereta api majapahit Ekonomi AC Malang-Jakarta melalui stasiun besat tawang semarang atau kereta api Matarmaja ekonomi yang lebih murah harganya dengan stasiun Poncol sebagai titik awalnya. Jika mengunakan kereta api kita harus turun di stasiun kediri dilanjutkan dengan naik becak ditempat pemberhentian bus/ angkot menuju kediri lalu dilanjutkan perjalanan dan kenek bus akan bilang mahesa turun atau BEC turun berarti kita harus turun. BEC/Mahesa adalah tempat kursus yang tua dan cukup dikenal oleh masyarakat yang menandakan kita sudah sampai dikampung inggris.
  2. Bus, jalur ini biasa dilayani oleh Bus Mira Semarang-Surabaya via Solo atau bisa naik Bus taruna Semarang-Solo turun di terminal tirtonadi dan berganti dengan bus mira/eka Jogja-Surabaya dan turun di Jombang sehabis itu kita angot menuju pare.
  3. kendaraan pribadi menuju langsung pare. Kita pus bisa motong jalan lewat Salatiga-Sragen dan nganjuk-pare. Dengan pemandangan dan hampara sawah yang mempesona.
Berangkat bersama teman-teman

Berangkat ke Pare

Pada akhirnya kita berangkat dengan mobilnya tbi yang siap mengantar kita ke pare, ini dengan alasan jika kereta, semua kereta berangkat dari semarang pukul 11 malam dan sampai Kediri pagi. Sedangkan untuk bus kita repot naik turun jadi kita bawa kendaraan pribadi tbi yang siap mengantar kita. Tapi saran saya bagi kawan-kawan yang punya jiwa backpacker naik kendaraan umum akan menjadi tantangan tersendiri. 

Semoga membantu perjalanan kawan-kawan menuju kampung inggris di pare kediri. 


0 komentar:

Posting Komentar