Menjadi mahasiswa merupakan impian hampir seluruh siswa yang telah lulus dari bangku SMA sederajad. Bisa dibilang status “mahasiswa” memiliki daya pikat sendiri bagi sebagian kalangan yang menandakan akan kemampuan akademik seseorang. Setelah menempuh program belajar selama 12 tahun dalam pendidikan dasar dan menengah keinginan untuk menjadi melanjutkan diri kejenjang pendidikan tinggi merupakan dambaan, sebagian akan memilih program studi sesuai bakat dan minat, sebagian lagi karena alasan gengsi atau ikut-ikutan. Mahasiswa berdasarkan keilmuannya biasanya dikelompokan menjadi 3 bagian besar yaitu rumpun IPA yang meliputi ilmu sains, matematika, teknik, rekayasa, dan informatika. Rumpun IPS seperti sosial, politik, budaya, dan seni. Lalu ada Bahasa yang lebih condong dalam ranah IPS seperti sastra dan literatur, akan tetapi dari ketiga ranah yang ditawarkan ada sebagian yang berpendapat bahwa ada kelompok yang bisa membawahi seluruh keilmuan yang ditawarkan yaitu kelompok/ rumpun pendidikan.

Rumpun pendidikan meliputi berbagai ranah yang dispesialisasikan kedalam berbagai kelompok ilmu seperi IPA, IPS, dan Bahasa. Dalam perkembangannya ranah ilmu pendidikan saling bersinggungan dan tidak berdiri sendiri ini dikarenakan hubungan yang terjad selama belajar ilmu pendidikan tidak sebatas pada pencapaian ilmu yang dimiliki tetapi juga cara berhubungan dengan individu maupun kelompok/ masyarakat. perkembangan perguruan tinggi program ilmu pendidikan di Indonesia berkembang dalam universitas eks IKIP (institute keguruan dan ilmu pendidikan) yang sekarang berubah nama menjadi universitas seperti Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makassar, Universitas pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri manado.

Berikut merupakan beberapa tips saat menjadi mahasiswa jurusan Pendidikan
1.     Mulai Sadar dan Peduli
Umumnya mahasiswa Pendidikan yang saya temui adalah mereka yang kurang mengerti kenapa memilih program pendidikan. Ada yang alasan ikut, karena orang tua, atau karena tidak ditrima dijurusan yang lain. Dalam hal ini mahasiswa harus mulai sadar bahwa pilihan adalah sebuah tanggung jawab diri artinya mau tidak mau mahasiswa yang bersangutan harus berupaya menjadi figur seorang pendidik bahwa dirinya kini menjadi panutan dan teladan muridnya kelak dikemudian hari.


2.     Belajar dengan sungguh-sungguh sesuai keilmuannya
Ada yang stigma yang berkembang bahwa mahasiswa jurusan kependidikan cenderung dangkal keilmuan dasarnya dibanding yang murni. Penjelasannya mahasiswa yang berada dalam prodi pendidikan matematika dengan prodi matematika akan ada pandangan bahwa yang berada diprodi matematika (murni) lebih pintar dibanding pendidikan matematika (kependidikan). Hal ini jelas pendapat yang salah ini dikarenakan spesialisasi matematika murni dikelompokan kedalam kelas yang khusus sedang pendidikan matematika mempelajari secara keseluruhan ditambah dengan metode mengajar, kurikulum dan ilmu pendidikan. Jadi jika kita kuliah dijurusan matematika akan ada kluster minor spesialisasi seperti matematika ekonomi, statistik dsb. Sedangkan jika dijurusan pendidikan matematika akan mempelajari matematika dan ilmu pendidikan sehingga ketika kita belajar dijurusan kependidikan maka penguasaan kompetensi akademik harus digali lebih dalam dan juga mempelajari ilmu pendidikan sebagai bekal mengajar.
Pembelajaran inovatif dan menyenangkan tidak hanya kita temukan dalam bangku sekolah maupun perkuliahan namun hampir keseluruhan aktivitas dalam belajar membutuhkan daya kreatifitas dalam penyampaian dan pemberian pesan. Salah satunya adalah metode belajar di kampung Inggris Pare kediri yang memiliki pendekatan dan metode dalam memberikan keleluasaan siswa dalam berkembang  



Seperti video yang satu ini yang dibawakan oleh saudari Tudrikha Akhila salah satu metode belajar dengan cara reporting.

Seminar gratis? Wah siapa yang tidak mau? Hehe Bagi mahasiswa memang belajar tidak hanya ditemukan dalam satu arah atau duduk dibangku selama kuliah dan tatap muka dengan dosen tetapi pembelajaran juga ditemukan dalam pengembangan diri mahasiswa yang dapat dilihat hampir dikeseluruhan dinamika kampus seperti kegiatan kemahasiswaan, organisasi, Praktik lapangan, kuliah umum, dan seminar. Bagi mahasiswa mengikuti seminar merupakan kegiatan dalam menambah materi perkuliahan maupun pengembangan diri yang baik. Ini dilihat dari berbagai macam seminar dan cara pengemasan yang ditampilkan seperti Talk Show, jumpa tokoh, seminar nasional bahkan internasional. Pembicara yang hadir dalam seminar adalah mereka yang ahli dalam bidang keilmuan maupun praktisi yang sudah memiliki pengalaman yang memadai. Hari ini 5 april diselenggaran seminar dengan teman “ managing self to be sucsessful leader in business career and life” oleh Fakultas Teknik Unnes bekerja sama dengan Prasetya mulya business School, dalam kesempatan ini hadir Dr Eka Ardianto dan  beberapa pengajar PMBS. 

Selain Seminar PMBS juga mempromosikan program Bizcamp Graduate Scholarship Competition? Apa ini? Seminar hari terdiri dari tiga sesi diantaranya Pengenalan program dan PMBS, Multistakeholder Based leadership, dan meraih karir dan mimpi mengunakan teknik coaching.

Registrasi Peserta
Okay berikut ini merupakan pemaparan hasil seminar. Sesi pertama diawali dengan presentasi prasetya mulya bizcamp graduate scholarship competition yang merupakan kegiatan tahunan PMBS dalam memberikan fasilitas kepada anak muda dalam mengembangkan karir di bidang business melalui beasiswa S2 full study di PMBS. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa dengan latar belakang studi yang berbeda-beda seperti yang sudah dilaksanakan tahun lalu pemateri memberikan cuplikan pemennang Bizcamp yang merupakan mahasiswa biokimia dan perikanan IPB serta Gizi UI.

Sesi kedua yang merupakan materi interaktif yaitu tentang multi stakeholder based leadership. Kemampuan kepemimpinan ini tidak hanya menitik beratkan pada bagaimana puzzel bisnis yang berbentuk profit terlepas dari sosial tetapi dapat menyatu dan memiliki timbal balik yang apik dalam mendukung. Kegiatan perekonomian berkembang dari usaha yang hanya mementingkan profit sebesar-besarnya menjadi sinergi antara kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat ketika seluruh peserta diberikan clue untuk dapat menghubungkan antara kecap bango dan candi. Seluruh peserta hening. Memang market share terbesar kecap pada awalnya adalah ABC tetapi semenjak kecap bango masuk kedalam pasar hal ini mendapat reaksi positif dari pasar. Alasannya adanya kepedulian kecap bango terhadap tradisi kuliner nusantara yaitu dengan mengadakan “Bango cita rasa nusantara” melalui kegiatan festival makanan dan sampai saat ini kegiatan ini menjadi even tahunan disetiap daerah dan pemda daerah berlomba-lomba mengemas acara ini menjadi festival kuliner dalam menarik wisatawan hadir dan berkunjung. Alhasil produk shere yang digunakan penjual makanan yang mengunakan base kecap bango memberikan kontribusi dalam mempengaruhi masyarakat untuk menjadikan sebagai pilihan dalam memilih produk. Lalu hubungan dengan candi ternyata ada dalam candi terdapat relief masyarakat dalam memasak semur dan salah satu bahan yang digunakan dalam olahan semur adalah kecap. Jadi hubungannya kecap merupakan makanan nusantara dan sudah semestinya pengusaha kecap mempertahankan dan menjaga tradisi.
Pemateri Seminar Bizcamp


Suasana Seminar di GC FT UNNES

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan materi meraih materi dan mimpi mengunakan teknik Coaching. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi  keterampilan dasar dalam berkomunikasi dan mwnjadi coach yang baik yaitu dengan cara mebangun hubungan yang baik, menjadi pendengar yang aktif, dan bertanya. penjelasan menjalin hunungan yang baik dapat dikelompokan menjadi dua yaitu mencari topik dan bercermin. Mencari topik dimaksudkan adalah memberikan awalan percakapan dengan tema dan topik yang sesuai dengan pribadi seseorang yang kita ajak untuk berbicara. Pemilihan topik diutamakan yang berkaitan langsung dengan diri, minat, kesukaan, pasion dan ketertarikan dengan suatu hal. Sedangkan bercermin kegiatan ini lebih mirip pada neurolinguistik programing ( Matching and mirroring) atau penjelasan lebih khususnya adalah menyamakan gerak dan mimik lawan bicara yang sedang kita hadapi. Kedua adalah mendengarkan aktif yaitu proses dimana coach menjadi pendengar yang baik dan memberikan keleluasaan lawan bicara dalam mengungkapkan pendapat, dalam proses ini ada beberapa tipe yang digunakan seperti meniru, mengulangi, dan mengubungkan. Ketiga adalah bertanya dalam kegiatan bertanya kita dapat mengunakan teknik Grow (Goal, reallity, Option, dan Way Forward). Dalam pemberian materi kegiatan juga dilakukan secara langsung artinya semua  mahasiswa terlibat dan langsung praktek cara coaching yang baik.


Goodybag &Sertifikat

Okay terima kasih Fakultas Teknik UNNES dan PMBS,
Semoga tahun depan PMBS datang lagi ke UNNES
Bungkus Kado dari Kampung Inggris Pare, begitulah sepenggal cerita dari pengalaman saya,

Selalu ada cara untuk menolak berngkat ke pare, begitulah awal ketika beberapa teman saya dengan semangatnya mengajak sekaligus mempromosikan kampung inggris di Pare Kediri.Saat itu  saya berpikir untuk tetap tinggal di Semarang karena saya berpikir untuk belajar bahasa inggris tidak harus sejauh pergi ke Jawa Timur.

Memang kalau boleh jujur sebenarnya dalam hati saya memang ingin belajar ke pare ini dikarenakan cerita dari kakak kelas dan teman-teman yang sudah pernah tinggal dan belajar dikampung inggris begitu menyenangkan dan memotivasi. Apalagi ketika saat mereka menceritakan tentang kehidupan masyarakat pare, kondisi kampung inggris yag kondusif, religinya masyarakat jawa timur, serta tempat-tempat menarik dan wisata di sekitar Pare membuat saya ingin sekali merasakan tinggal dan belajar disana. Dorongan besar karena saya sendiri sangat tertarik dengan kehidupan sosial dan budaya. Apalagi sempat mendapat dukungan dari beberapa dosen yang pernah belajar disana dan beberapa diantaranya mendapatkan beasiswa full study maupun short course. Wah siapa yang tidak pengen … yah mungkin saya bisa menyimpulkan bahwa strategi marketing dan pengemasan cerita tentang kampung inggris mengena dihati saya tetapi karena tabungan sudah habis dan tidak ada uang yang tersisa saya memutuskan untuk menunda berangkat ke pare.

Sebenarnya orang tua mendukung untuk berangkat ke pare tetapi bagi saya itu terlalu merepotkan . Hal ini dikarenakan masih banyak keperluan keuangan keluarga yang banyak seperti pendelegasian adik dalam OSN, ataupun kakak yang harus mengambil program profesi di Yogyakarta. Mungkin jika ada uang saat itu saya lebih memilih untuk ditabung saja dari pada ke pare tapi lagi-lagi motivasi besar untuk datang dan niat belajar sangat tinggi. Insyallah saya percaya “Selama ada kemauan pasti ada jalan”.

Sejenak saya berpikir untuk pergi ke pare kita harus mengeluarkan uang beserta cadangan senilai 1.5 jutaan itupun untuk keperluan hanya 1 Bulan, uang segitu mungkin cukup banyak tetapi saya masih  punya keinginan untuk belajar dibandingkan harus liburan di rumah ataupun rumah kakek. Saya bongkar isi lemari mencari koin ataupun lembar seribuan ataupun uang yang tersisa. Di bawah kasur, di bawah lemari, di dalam celana jeans, kaleng tabungan kecil, di dalam tas hingga keseluruhan terkumpul 125 ribu angka yang masih jauh dari target 1.5 juta.
Hampir putus asa sempat berpikir apa tahun depan saya ke pare atau sudahlah memang saya terima kondisi ini. Dalam hati saya berkata “andaikan ada uang pasti saya berangkat ke pare”,  Sambil mengistirahatkan badan saya berpikir “ah mungkin ini belum rejekinya”. Saya menutup hari dengan beristirahat karena keesokan hari merupakan hari terakhir ujian akhir semester di kampus.
Pagi harinya saya terbangun dan membaca 2 sms yang masuk di inbox “ uang hasil penelitian sudah ada saudara dapat mengambil di fakultas”, 5 menit kemudian “yosi, uang juara duta kampus sudah ada tolong diambil di mas yatna info dari rektorat”.
Bersama Teman-teman Satu kampus

Wah syukur alhamdulilah dana sisa penelitian dan uang kejuaraan bisa dipakai untuk belajar ke pare ini, dan ke putusannya akhirnya saya berangkat. Pare let’s get rocking. Selang 1 minggu di pare sms yang indah pun datang kembali “ Uang Pencairan beasiswa PPA sudah dapat dicek melalui rekening masing-masing”. Terima kasih ya Allah “Selalu ada jalan bagi orang yang berusaha dan tawakal”.


Kalau begini ceritanya selain saih memiliki tabungan saya bisa mampir ketempat kawan saya di malang sekaligus melihat indahnya Bromo . Semangat
Apa yang terpikirkan saudara jika mendengar kampung inggris pare? Patinya akan menebak bahwa tempat ini merupakan kampung/ desa yang keseluruhan warganya mengunakan bahasa Inggris. Benarkah seperti itu?
Jawabannya bisa iya tetapi juga bisa tidak, lhoh kok bisa begitu? Penjelasan lebih jelasnya adalah kampung inggris merupakan julukan bagi desa Tulungrejo Pare Kediri dan kawasan sekitarnya yang banyak memiliki tempat kursus khususnya bahasa inggris. Kampung inggris ini menyediakan lebih dari 100 lembaga kursus yang berbeda mulai dari lembaga kursus yang punya ratusan siswa sampai yang berjumlah belasan semuanya ada disini, bahkan lembaga kursus di kampung inggris tidak hanya menyediakan kursus bahasa Inggris tetapi juga bahasa Arab, korea, mandarin,  belanda dan kursus komputer. Lembaga Kursus sendiri ada yang berumur puluhan tahun seperti BEC yang sudah memiliki banyak alumni sampai yang baru tahu 2013an membuka kursus. Saya sendiri menghabiskan 1 bulan belajar bahasa inggris ditempat ini dan atmosfer yang saya rasakan benar-benar really good. Pemilihan lembaga kursus pun bervariatif mulai dari yang bertarip 35 ribu/ 2 minggu sampai yang 1 jt an/ bulan. Lhoh kok ada yang semahal itu bukankah kampung inggris tempat belajar yang murah? Sebenarnya yang bertarif mahal itu hanya 1 dari puluhan yang ada. Saya sendiri menghabiskan beberapa di lembaga kursus yang 100 ribuan per kursus dan itu sehari bisa 3-4 kelas. Murah bukan? Bandingkan jika saya kursus bahasa inggris di Semarang yang mungkin bisa 10 kali dan pertemuannya seminggu cuma 2 kali. Sedangkan disini kita bisa pilih kursus sesuka hati, sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan. 
Okay Untuk cerita itu saya akan sambung di Part selanjutnya ya… untuk kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Semarang menuju kampung inggris di pare dan kenapa musti belajar bahasa inggris disana.
Ceritanya berawal dari teman-teman yang ingin menghabiskan waktu liburan utuk belajar. Yah bisa dibilang kita memang anak-anak  amazing  yang ada dikampus. Sebenarnya lebih tepatnya dari pada kita nganggur di rumah atau kost tanpa melakukan kegiatan yang bermakna. Selain itu ini merupakan pelarian diri dari berbagai aktivitas kampus yang menumpuk dan merayap sebagai anak organisasi kampus jadi ada waktu sejenak untuk bisa rehat dan memulihkan semangat. Saat itu kita bersepuluh berencana untuk berangkat dari Semarang, awalnya saya sebenarnya malas untuk berangkat tapi karena “kondisi” saya akhirnya memutuskan untuk berangkat. selain itu kemampuna untuk bisa berbahasa Inggris merupakan kebutuhan yang tidak mungkin untuk ditinggalkan di zaman yang semakin menglobal ini. jadi beragkatlah kita.
Sebenarnya ada beberapa alternatif untuk mencapai kampung Inggris dari Semarang
  1. Jalur Kereta Api, jalur ini bisa kita tempuh melalui kereta api majapahit Ekonomi AC Malang-Jakarta melalui stasiun besat tawang semarang atau kereta api Matarmaja ekonomi yang lebih murah harganya dengan stasiun Poncol sebagai titik awalnya. Jika mengunakan kereta api kita harus turun di stasiun kediri dilanjutkan dengan naik becak ditempat pemberhentian bus/ angkot menuju kediri lalu dilanjutkan perjalanan dan kenek bus akan bilang mahesa turun atau BEC turun berarti kita harus turun. BEC/Mahesa adalah tempat kursus yang tua dan cukup dikenal oleh masyarakat yang menandakan kita sudah sampai dikampung inggris.
  2. Bus, jalur ini biasa dilayani oleh Bus Mira Semarang-Surabaya via Solo atau bisa naik Bus taruna Semarang-Solo turun di terminal tirtonadi dan berganti dengan bus mira/eka Jogja-Surabaya dan turun di Jombang sehabis itu kita angot menuju pare.
  3. kendaraan pribadi menuju langsung pare. Kita pus bisa motong jalan lewat Salatiga-Sragen dan nganjuk-pare. Dengan pemandangan dan hampara sawah yang mempesona.
Berangkat bersama teman-teman

Berangkat ke Pare

Pada akhirnya kita berangkat dengan mobilnya tbi yang siap mengantar kita ke pare, ini dengan alasan jika kereta, semua kereta berangkat dari semarang pukul 11 malam dan sampai Kediri pagi. Sedangkan untuk bus kita repot naik turun jadi kita bawa kendaraan pribadi tbi yang siap mengantar kita. Tapi saran saya bagi kawan-kawan yang punya jiwa backpacker naik kendaraan umum akan menjadi tantangan tersendiri. 

Semoga membantu perjalanan kawan-kawan menuju kampung inggris di pare kediri. 


Act, Do, Share and Inspire adalah hal yang seharusnya dilakukan setiap orang untuk masa depan yang lebih baik, hal inilah yang dilakukan Unnes sebagai Universitas Konservasi dalam menjaga dan menumbukan harapan bagi bumi dan keberlangsungan ekologi. Menjadi bagian dari Unnes Sutera (sehat, unggul dan sejahtera) menjadikan saya pionir utuk berani maju dan bergerak dalam penyelamatan lingkungan, salah satunya dari tujuh pilar konservasi kampus yaitu paperless policy dimana pengguaan kertas seminimal mungkin dalam mengunakannya. Hal ini mengharuskan kita untuk secara bijak dalam mengunakan kertas, berdasarkan news portal kabar Indonesia dijelaskan bahwa untuk mencetak 15 rim kertas A4 yang kadang sering dibuang-buang itu, dibutuhkan satu pohon yang berusia 10 tahun bahkan, untuk memproduksi sekitar 7.000 eksemplar koran yang sering kita baca setiap hari, dibutuhkan 10-17 pohon dari hutan hijau kita, bisa dibayangkan ketika kita menggunakan kertas setiap hari sedangkan jumlah pertumbuhan pohon yang sedikit karena terus menerus ditebang, maka sudah seharusnya kita bergerak untuk melakukan perubahan dengan menganti segala kebutuhan dengan e-paper sebagaima perkembangan teknologi dan informasi yang mempu memenuhi kebutuhan kita melalui e-mail, mengunakan kertas daur ulang , e-book, dan pengunaan kertas secara hemat. Dengan keikutansertaan saya sebagai putra putri kampus saya berusaha untuk mengajak kawan-kawan untuk melakukan perubahan untuk menyelamatkan hutan dan bumi. Jika hutan terjaga maka dampak ganda akan tercipta seperti ekosistem hutan terjaga, penyedia oksigen, air dan keseimbangan.


Pemilihan mahasiswa berprestasi UNNES sudah dimulai
Jadwal Kegiatan bisa klik disini
sedangkan untuk pedoman bisa klik disini 



Kenangan tahun lalu bersama teman-teman yang luar biasa agus, devia, bunga, arif, agam, raeni, zaka


Selamat datang di kota Lumpia Semarang, kota yang indah dan menawan yang menjadikan diri sebagai magnet dalam menarik pelajar dari berbagai penjuru di nusantara untuk menimba ilmu. Semarang merupakan kota pelabuhan dagang dan niaga yang penting di Indonesia. Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah Semarang, Semarang menjadi kota yang sibuk dalam kepemerintahan, ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan pusat pendidikan. Kota Semarang menjadi alternatif dalam melanjutkan jenjang pendidikan khususnya perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Hal ini dikarenakan Semarang memiliki banyak kampus dan bahkan diantaranya menjadi Top Rank University. Kategori untuk kampus negeri (state) adalah Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, IAIN Walisongo, Politeknik Negeri Semarang. Sedangkan untuk kampus Swasta (Private) seperti Unviersitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Sultan Agung, Uniersitas Katolik Soegijopranoto, Universitas Semarang, Untag, dan IKIP PGRI Semarang. Selain kampus Semarang juga memiliki sekolah kedinasan dan Vokasi seperti Akademi Kepolisian, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Akademi Maritim Niaga, Stimart, Stekom dan masih banyak lagi. Keseluruhan dinamika ini menjadi Semarang menawarkan keberagaman dan keramahan orang jawa yang ramah dan toleran terhadap budaya. Hal ini juga didukung letak geografif Semarang yang strategis diapit oleh dua kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya, serta letak proinsi yang berada ditengah pulau jawa dan berbatasan langsung dengan Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta. Kondisi demikian ini yang menjadikan semarang sebagai pilihan untuk dipilih sebagai kota pendidikan, salah satunya kampus yang dalam taraf berkembang menjadi world class university ,Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kota Semarang Kawasan Tugu Muda dan Lawang Sewu
Saya akan mencoba mengambarkan perjalanan menuju Universitas Negeri Semarang, hal ini khusunya untuk saudara yang menjadi mahasiswa baru maupun tamu yang akan menuju UNNES. keseluruhan akses menuju Semarang dapat ditempuh melalui jalur darat, laut, maupun udara. Jalur darat dapat ditempuh denga Bus melalui Terminal Terboyo Semarang (utara), Terminal Ungaran (selatan), maupun kawasan Simpang Lima, Sedangkan untuk kereta api dapat melalui stasiun Poncol (Ekonomi) dan Stasiun Besar Tawang (Eksekutif). Jalur laut bisa ditempuh melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sedangkan jalur udara dapat langsung melalui bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Angkot (angkutan kota) merupakan pilihan utama kendaraan umum menuju selain Bus Trans Semarang maupun Taksi. 

Gerbang UNNES Sampangan
 Grbang Sampangan merupakan titik awal memasukiKawasan UNNES, ini dikarenakan letak gerbang berada dibawah bukit letak kampus universitas negeri semarang. Selama perjalanan menuju gerbang sampangan ini terdapat banyak petunjuk arah yang mengarahkan saudara menuju UNNES sepert unnes 4 KM, UNNES 8 KM, UNNES 2 KM,dan masih banyak lagi. Setelah melewati gerbang ini saudara akan berkendara melalui bukit dan jalan dengan kontur tanah yang naik.

Jalan Menuju Kampus UNNES adalah dengan menaiki bukit. Kita dapat merasakan suasana hijau dan asri selama menuju kampus UNNES. Jalan ini ibarat "Perjuangan Meraih Bangku Perguruan Tinggi yang harus dilewati dengan penuh tanjakan dan rintangan". dan setelah itu maka sampailah di pertigaan kecil mengarah kejalan Taman siswa kompleks fakultas dan Rektorat UNNES.

Gerbang Kecil UNNES

Melalui pertigaan ini kita akan terhubung dua jalan jika lurus akan mengarah pada rektorat kampus sedang untuk belok akan menuju beberapa fakultas, BNI UNNES, dan Pemukiman warga dan kompleks kost-kostan mahasiswa.
Gerbang Utama UNNES
Gerbang Utama menjadi pintu masuk yang paling primer jika mengunjungi UNNES. Hampir seluruh tamu yang datang ke Universitas Negeri Semarang melewati bangunan ini. selain dekat dengan central parking (pusat parkir kampus) ditempat ini juga terdapat pemberhentian bus kampus. selain itu terdapat post satpam (security) dan informasi disini 

Rektorat UNNES

Tugu Sutera
Memasuki Gerbang Utama kita akan menjupai kawasan rektorat yang terdiri dari Gedung Rektorat, Perpustakaan Pusat, Auditorium, dan taman Sutera (Sehat, Unggul, Sejahtera). Tugu Sutera merupakan landmark dari Universitas negeri Semarang, letak Tugu Sutera berada tepat didepan Rektorat.
Auditorium UNNES

Perpustakaan Pusat UNNES
Auditorium menjadi titik awal bagi mahasiswa baru memasuki kampus, saat itu saya juga melakukan registrasi dengan ribuan siswa yang berhasil lolos ujian masuk perguruan tinggi. Ditempat ini sering sekali diselengarakan berbagai even sepertiPenganugrahan honoris causa, Pengukuhan guru besar, Dies Natalis, Pagelaran Seni dan Kreativitas Mahasiswa serta berbagai seminar. Sama halnya dengan perpustakaan pusat juga menjadi bahan referensi dalam kegiatan ilmiah disamping itu perpustakaan pusat menjadi kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dan Pusat KKN Mahasiswa.







EDUCATIONAL TRAINING DEPARTMENT OF UKM PENELITIAN PROUDLY PRESENT :
TRAP 2014 (TRAINING AKADEMIK PENELITIAN)

APRIL, 12TH 2014 (8 AM - 3 PM [END])

@D4 3RD Floor FMIPA UNNES

SPEAKERS :

1. MR Tony Dwi S, MT, Ph.D. (Scholarship consultant, reviewer, and interviewer for LPDP, AIYEP; Thecoordinator for Helpdesk Servicee-Procurement Unit (LPSE))

2. Firmanul Catur W., M.Pd. (Presiden Forum Pasca Sarjana UPIMahasiswa, S3 Pend. Fisika UPI)

3. Hendi Pratama, S.Pd., MA (Assistant of Vice Rector for Development and Partnership IDB Project Secretary of Unnes)

REGISTRY : Full Name_Intitution (SMS TO 087731713727 [MASUBAH] OR 08562750631 [MALIK])
Rp 30.000 (March) Rp 35.000 (April)
REK. BNI : 0262615574 (MASUBAH)

FACILITIES :
SNACK, LUNCH, CERTIFICATE,
DISCOUNT* (BOOK FAIR & RESEARCH SCHOOL)
COME JOIN US!!!!!
 —

Perjalanan menempuh seleksi mahasiswa berprestasi kategori PGSD Indonesia bermula disini, malam hari saya mendapat telpon dari mas Galih yang merupakan kakak tingkat dikampus. Mas Galih adalah salah satu pengurus IKMA PGSD (Ikatan Mahasiswa PGSD Indonesia) organisasi asosiasi mahasiswa PGSD Se-Nusantara.
Saat malam hari telfon, kalau tidak salah kondisinya saat itu saya baru pulang dari kampus dengan kegiatan yang cukup capek. Singkat cerita mas galih memberitahu untuk mengunduh file kelengkapan dan format dengan berbagai macam bentuk dan berkas yang kesemuanya ribet. waduh tambah capek dengan estimasi waktu 5 hari dan sudah di kirim kepada panitia Universitas Pendidikan Indonesia bandung.
Banyak berkas yang harus dipersiapkan seperti karya tulis ilmiah, abstrak dan ringkasan baik dalam bahasa inggris maupun Indonesia. selanjutnya adalah piagam kejuaraan baik dari tingkat universitas sampai tingkat nasional/ internasional. Piagam atau sertifikat pendukung lain yang perlu dipersiapkan adalah sertifikat seminar (baik yang berada ditingkat jurusan sampai Internasional), seminar pelatihan/ workshop/ training dan sertifikat kepanitiaan dalam organisasi baik ekstra maupun intrakulikuler.
Kesemua berkas sudah harus dijilid rapi dan dikirim tepat pada waktunya. wah jika sampai telat bisa terkena diskualifikasi atau pengurangan nilai.
Berkas yang dikumpulkan yang banyak ditambah waktu persiapan yang mepet membuat saya harus rela pontang panting belum untuk mendapatkan pengesahan dari birokrat yang harus warawiri. Lima hari masa persiapan dan pengiriman saya lakukan dengan full energy yang ada. Ini dikarenakan pesan dan amanah yang khusus dari Mas galih yang menghendaki saya untuk total.

Logo IKMA PGSD INDONESIA
Even Serupa juga pernah diadakan ikatan mahasiswa PGSD yang pada mulanya hanya berdomisili dan berkegiatan diseputar jawa. Even pemilihan mahasiswa berprestasi PGSD Indonesia merupakan pengembangan lebih lebih luas dari even serupa dua tahun lalu. yaitu mahasiswa berprestasi PGSD Se-Jawa. Dilihat dari nama dan tagline saja kita sudah tahu yaitu kometisi pemilihan mahasiswa berprestasi PGSD di kawasan pulau Jawa, kenapa demikian bukankah PGSD hampir berada diseluruh kawasan di Indonesia dengan rentang Sabang sampai Merauke? Jawabannya adalah karena awal mula pendirian status program studi PGSD S1 yang merupakan peralihan dari D2 baru dimulai tahun 2006/2007, kegiatan kemahasiswaan belum sepenuhnya berjalan penuh, universitas yang baru membuka prodi ini pun hanya beberapa khususnya kampus eks IKIP yang mempunyai basis keilmuan dibidang pendidikan dan universitas dengan fakultas keguruan yang sudah lama punya ketersediaan komponen yang mendukung pembukaan program studi ini. Atas dasar keinginan untuk maju beberapa delegasi kampus membuat kegiatan dan perhimpunan bersama yang bermula dari kampus-kampus dijawa, lalu seiring berkembangnya prodi dan keterjangkaun informasi maka berdirilah IKMA PGSD yang diselengarakan kongres nasional di UM Malang. (mohon dikoreksi jika ada kesalahan tentang sejarah IKMA teman-teman :))


Okay, lanjut cerita setelah berletih-letih akhirnya..... "Sebendel Map Cokelat" sudah siap saya kirim dan jilid rapi...
sudah bertuliskan sekertariat panitia pemilihan Mawapres PGSD Indonesia, Univ Pendidikan Indonesia jl setia budi bandung...
H-1 deadline dan semua baru rampung pukul 5 sorean jadi langsung berangkat ke kantor J*E di dekat markas Golkal Semarang yang memastikan saya bahwa kiriman bisa sampai tepat waktu...
huuh...selamat

dan terkirimlah saatnya menunggu apakah saya lolos masuk 10 besar... kita tunggu ceritanya
bersambung part 2